Istri Yang Was-Was

05/02/2016

Orang Jawa mengenal sejenis sakit, namanya sakit ‘sawanen’. Sawanen adalah gejala penyakit yang diakibatkan karena seseorang mengalami trauma, keterkejutan yang hebat, atau bisa juga karena rasa was-was atau khawatir yang berlebihan. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Memanfaatkan Rasa Khawatir Untuk Meraih Sukses

03/06/2010

Tulisan ini saya share bagi pembaca yang mempunyai rasa khuatir atau was-was yang berlebihan. Yang utama yang perlu dilakukan adalah tentu saja membuang rasa khawatir itu sendiri. Bagaimana untuk membuangnya ? Ya ….. jangan khawatir , jangan was-was. Itu jawabannya. Namun Anda tahu kan betapa susahnya membuang rasa khawatir itu ?

Khawatir atau was-was adalah penyakit kejiwaan. Ia menggerogoti jiwa Anda. Juga mengganggu kinerja Anda. Bahkan dapat menggagalkan keberhasilan yang sedang Anda raih. Apapun itu.

Orang khawair atau was-was akan kehidupannya. Khawatir akan pekerjaan dan karirnya. Bahkan khawatir akan apa yang harus dimakannya esok harinya. Sebenarnya bisa ditanyakan pada diri sendiri, apa yang didapat dari rasa khawatirnya ? Adakah dengan membiarkan rasa was-was itu mampu menambah barang sedetik umurnya ? Atau nambah sepiring nasi rejekinya ? Tidak bukan ???

Lalu mengapa terlalu sulit membuang rasa khuatir ini. Coba perhatikan fenomena ini. Jika seseorang sedang latihan berjalan diatas tembok dan dia diliputi rasa khawatir… jangan-jangan jatuh…jangan-jangan jatuh…maka betul-betul dia bisa jatuh beneran. Sering sekali apa yang kita khuatirkan itu yang menjadi kenyataan. Sebab apa ? Sebab rasa was-was yang sudah menguasai diri akan justru mampu membentuk pikiran dan perasaan untuk menuju apa yang kita khuatirkan. Bukan sebaliknya.

Nah bertitik tolak dari itu, bagi Anda yang tidak bisa menghilangkan kebiasaan rasa khawatir ini, mari kita manage rasa khawatir itu demi kejayaan hidup ini. Caranya ? Manfaatkan saja rasa khawatir itu terhadap hal-hal positif yang hendak kita raih.

Contoh kasusnya demikian. Pada kebiasaan para lelaki yang sudah menginjak umur kepala empat diliputi rasa khawatir bahwa kemampuan seksualnya akan menurun. Justru karena kekhawatiran yang  berlebihan itulah yang betul-betul terjadi. Dia akan loyo di ranjang berhadapan dengan sang istri tercinta. Nah bagi yang mengalami kasus demikian, balikkan saja rasa kekhawatiran itu. Ubahlah kekhawatiran itu menjadi demikian : “jangan-jangan saya terlalu ‘kuat’ sehingga tiap malam minta ‘jatah’ dari ibunya anak-anak”. Ulang kalimat ‘jangan-jangan’ tersebut sampai Anda betul -betul merasa bukan khuatir loyo lagi namun menjadi khuatir ‘terlalu kuat di ranjang’. Hasilnya…..? Anda akan takjub dengan perubahan yang terjadi.

Namun sekali lagi, ini bukan bagi Anda yang sudah punya rasa kepercayaan diri yang tinggi dan bisa berfikir positif. Ini hanya bagi yang mempunyai penyakit was-was dan khawatir yang berlebihan. Daripada susah tidak bisa menghilangkan, mending dimanfaatkan untuk kejayaan hidup ini.

Contoh kasus lain banyak sekali. Daripada khuatir miskin lebih baik dibalik menjadi khuatir kaya. Jangan-jangan saya  menjadi kaya….jangan-jangan saya menjadi sukses…..dan mlain sebagainya. Dengan latihan tersebut sebenarnya secara tidak Anda sadari Anda sedang melatih jiwa untuk berfikir positif.

Berprasangka Positif

Amat penting berfikir positif. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari berfikir positif adalah berprasangka positif. Sebab apa ? Sebab sering kali prasangka Anda baik yang positif mnaupun yang negatif tanpa Anda sadari telah menjelma menjadi kenyataan dalam hidup Anda.

Coba perhatikan contoh ini. Bagi seseorang yang berprasangka bahwa di bawah phon kamboja ada hantunya maka setiap kali dia melewati pohon tersebut maka dia akan merinding ketakutan. Apalagi malam-malam hari. Bisa pingsan ketakutan dia. Namun bagi yang berprasangka sebaliknya bahwa bunga kamboja itu indah maka dia akan menunggui pohon tersebut sambil menikmati keindahan bunganya.

Demikian artikel ini kiranya bermanfaa……..

Salam, Wahyu Kamulyan ….. tiknan tasmaun

DAFTAR JUDUL ARTIKEL SEMUA