Ditengah Makmurnya Ekonomi, Hati – Hati Cobaan Rumah Tangga


Ini kisah nyata. Seorang kawan mengeluh kesulitan ekonomi. Ibarat tidak kerja tukang bangunan tiga hari saja maka periuk sudah terguling.

Beberapa bulan kemudian, Tuhan menganugerahi si kawan ini nasib baik. Dia menjadi pemborong bangunan yang sukses. Ekonomi berkelimpahan. Bagusnya lagi, dia menjadi sangat dermawan dan berusaha semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.          

Namun suatu hari istrinya jatuh sakit. Sakit bukan karena apa-apa, namun karena banyak pikiran karena terjadi perselisihan dengan suaminya. Gara-garanya sepele, hanya pasal keinginan membangun rumah.

Anehnya dua-duanya menjadi ‘naik tensi darah‘ alias ingin kehendaknya yang dituruti. Ketika miskin tidak ada problem apa-apa tetapi ketika sukses, mulai hal kecilpun bisa menjadi besar.

Karena itu, hati-hati pembaca sekalian. Kasus diatas sebenarnya hanya masalah salah prasangka antar suami istri. Si istri ingin ‘men-testing’ suaminya, apakah hati si suami masih seperti dulu ataukah sudah berubah. Dia ingin mengetahui apakah suaminya masih jujur ataukah sudah berubah menjadi orang kaya baru yang gemar punya WIL. Perkara membangun rumah dimana, bentuk bagaimana dan lain sebagainya hanya dijadikan alat testing saja.

Sebaliknya bagi si suami, dia merasa isterinya telah berubah banyak menuntut. Hal demikian membuatnya merasa uring-uringan.

Jika kasus diatas tidak diselesaikan dengan hati lapang maka disintergasi rumah tangga mudah terjadi. Itulah yang dinamakan cobaan ketika ekonomi menjadi makmur yang tidak dibarengi kesiapan mental pasangan suami isteri. Karena itu berhati-hati dan jadilah bijaksana selalu. Jadilah keluarga yang sukses secara materi sekaligus sukses secara mental spiritual.

Salam, Tiknan Tasmaun

Satu Balasan ke Ditengah Makmurnya Ekonomi, Hati – Hati Cobaan Rumah Tangga

  1. Perumahan mengatakan:

    memang dewasa ini banyak hal yang membuat perpecahan rumah tangga, yang penting bagaimana kita menyikapi sikap pasangan kita, dan jangan lupa pula ingat masa depan anak-anak kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: