Pemilu, Pemimpin Dan Seksologi


PEMILU

Pemilu, baik Pemilihan Umum Anggota Legislatif maupun Pemilihan Presiden adalah proses politik yang disepakati dalam negara demokrasi. Pun juga demikian dengan negara kita. Pemilu merupakan pilihan bangsa ini dalam menentukan suksesi kepemimpinan dan juga memilih wakil-wakil rakyat yang akan menentukan arah kehidupan bangsa dalam kurun 5 tahun ke depan.                                    

Dengan demikian maka akan trerlihat urgensinya proses politik ini dalam kaitan kelangsungan berbangsa dan bernegara kita.. Namun sayang, proses yang seharusnya ‘suci’ ini tercemari perilaku baik oleh calon legislatif itu sendiri maupun masyarakat pemilih, dengan adanya politik uang. Fenomena politik uang ini terlihat di depan mata namun sulit memberantasnya. Banyak dalih digunakan, mulai ‘sodaqoh politik‘ sampai yang terang-terangan dengan cara membeli suara calon pemilih.

Politik uang sudah merajalela bagaikan lingkaran setan. Siapa yang memulai, sudah tak jelas lagi. Bagi pemilih sudah mengambil sikap prakmatis, siapa kasih besar maka itu yang akan dicoblos. Bagi caleg pun demikian, ada ketakutan mendera mereka bahwa jika tidak mau berkorban uang maka tak akan dapat suara.

PEMIMPIN

Anda bisa membayangkan output yang bagaimana yang akan dihasilkan dari proses pemilu model beginian. Pemimpin dan wakil rakyat macam apa yang akan tampil.

Idealnya pemimpin atau wakil rakyat yang terpilih adalah mereka-mereka yang bukan hanya sekedar politukus tetapi adalah negarawa-negarawan yang mendedikasikan dirinya buat bangsa dan negara ini. Namun sebaliknya yang akan terjadi, jika mereka terpilih karena adanya politik uang maka alih-alih akan memikirkan rakyat DAN bangsanya. tentu hal yang pertama dipikirkan adalah bagaimana cara agar uang modal pencalonan bisa segera kembali. Hal berikut yang diperjuangkan baru kepentingan partai pengusung karena mereka merasa bukan wakil rakyat tetapi wakil partai ansich. Urusan rakyat dan negara menjadi entah noMor yang kesekian, itupun jika masih terpikirkan.

Namun apapun itu, janganlah mengambil sikap golput. Karena dengan anda mengambil sikap golput maka sama saja dengan anda tidak ikut bertanggung jawab terhadap nasib bangsa ini. Pilihlah sesuai dengan hati nurani !

SEKSOLOGI

Lalu apa hubungannya dengan masalah seksologi ?
Seksologi adalah suatu bahasan yang memperbincangkan perilaku yang menyangkut hubungan suami istri. Anda bisa bayangkan hubungan macam apa antara suami istri jika hanya didasari ‘jual beli’ saja ? Adakah bisa disebut suami istri yang saling menyintai ? Tentu jauh panggang dari api.

Hubungan seksual suami istri yang berkualitas tentu bukan hanya hubungan badaniah semata namun harus didasari ikatan jiwa yang mendalam. Ketika suami mencium kening istri maka hakekatnya bukan hanya hidung dan bibir si suami yang mencium namun seluruh tubuh dan jiwa suami ikut mencium si istri. Jelas jika suami istri yang saling mencintai maka relasi keduanya melibatkan lahir batin.

Begitu juga pemimpin dengan rakyat. Lihatlah Bung Karno. Beliau sangat menyintai rakyatnya. Begitu juga Pak Harto, Gus Dur dan beberapa negarawan lainnya. Mereka menjadi pemimpin rakyat dan negara bukan hasil dari politik uang tetapi memang dari karya nyata sebagai akibat kecintaan kepada bangsa dan negara yang kemudian menimbulkan dorongan dedikasi yang luar bisasa.

Selamat memilih !, salam Tiknan Tasmaun.

Satu Balasan ke Pemilu, Pemimpin Dan Seksologi

  1. siip…..pakar pengobatan juga jadi pakar politik.salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: