Minum Jamu / Obat Pasti Sembuh ?


Ada pertanyaan via email yang sangat bagus sekali mengenai minyak telor ayam kampung, demikian :
“asalamualikum

sore pak..pak yang ingin saya tanyakan apa minyak telur ini benar ampuh atau bisa mengobati inpotensi dan ejakulasi prematur yang akut ?
terimakasih”                                                                

Dan jawaban penulis adalah demikian :

“Wa’alaikum salam.
Kalau masalah ampuh atau tidak, jika itu yang dimaksud apakah PASTI berhasil atau tidak, maka jawaban saya : sama dengan obat lain baik herbal maupun kimia, tidak ada yang bisa MENJAMIN 100% KEBERHASILAN. Karena keberhasilan farmakologi obat baik herbal maupun kimia ditentukan oleh banyak faktor,antara lain kedisiplinan, kepatuhan mengikuti petunjuk pemakaian, kondisi pisik dan psikis pasien dll.
Hanya saja dari hasil pengalaman dan pengamatan empirik selama ini, rata-rata pasien merasakan keberhasilan.”

Maka saya pun teringat tulisan di kompasiana karya Saudara Dewa Gilang yang berjudul “Selembar Daun Bagi Sakit Perut Nabi Musa”.

Demikian sebagian tulisan tersebut :

“Syahdan, ketika Nabi Musa memimpin Bani Israel keluar dari Mesir menghindari kejaran Firaun dan pasukannya, mendadak Nabi Musa sakit perut di tengah jalan.

Musa kemudian mengeluh kepada Tuhan, dan Tuhan memerintahkan agar Musa naik bukit memetik daun dari sebatang pohon tertentu untuk menyembuhkan sakit perutnya.

Musa naik, dan sebelum menyentuh daun itu, perutnya sudah sembuh.

Musa kembali ke tempatnya semula. Setelah beberapa lama, mendadak Nabi Musa sakit perut lagi. Dia langsung naik ke bukit dan memakan daun tadi. Tetapi, meski sudah memekan sekian lembar daun, perutnya tak kunjung sembuh-sembuh jua.

Walhasil, Anda mau tahu alasan mengapa usaha Musa untuk kedua kalinya tidak menuai hasil? Emha menjawabnya dengan sangat apik dan baik.

“Hai Sa, emang siapa yang bilang bahwa daun bisa menyembuhkan perutmu? Aku bisa bikin tetap tidak menyembuhkan. Tadi sewaktu sakit perut yang pertama kau mengeluh padaku, tapi pada yang kedua kau tidak mengeluh dan langsung lari ke bukit ambil daun. Kalau seperti itu, maka salah cara berpikirmu. Salah pandangan ilmu dan cintamu terhadap segala sesuatu.”

Kisah ini dinukil oleh Dewa Gilang dari ceramah Emha Ainun Nadjib, yang ditulis ulang oleh Prayogi R Saputra.

Pada kisah Nabi Musa di atas, selembar daun adalah syariat bagi kesembuhan Nabi Musa. Namun, hakikat kesembuhan ialah Tuhan semata. Meskipun selembar daun itu secara farmakologi mengandung unsur-unsur yang bisa menyembuhkan sakit perut.

Sama halnya dengan ketika anda mengalami sakit kepala. Obat yang anda minum bertempat pada posisi syariat. Adapun sembuh-tidaknya anda, maka itu semua bergantung kepada hakikat. Setidaknya itulah gambaran orang beragama, yang dikehendaki oleh Emha, yang tidak melulu bergantung mutlak kepada hal-hal materialisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: