TEMBANG “SYI’IRAN” GUS DUR : wejangan mulia


Siapa yang kenal atau sekurang-kurangnya mendengar nama Gus Dur ? Hampir seluruh rakyat Indonesia khususnya maupun dunia mengenalnya. Dia dikenal sebagai sosok guru bangsa yang mumpuni, budayawan, agamawan, kiyai, pemimpin NU bahkan Presiden RI.

Beliau rtelah wafat, namun saat ini beliau bagai bangkit hidup lagi dengan penyebaran kaset lagu syairannya yang menyejukkan hati. Lagunya adalah wejangan yang mulia sepanjang masa.

Berikut adalah syair lagu ‘pujian’ Gus Dur dalam bahasa Jawa yang kemudian akan penulis terjemahkan dalam bahasa Nasional.

Berikut Syairannya, SYI’IR TANPO WATON :

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan
==
Duh bolo konco prio wanito
Ojo mung ngaji syariat bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sengsoro
==
Akeh kang apal quran hadise
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gak di gatek-ke
Yen isin kotor ati akale
==
Gampang kebujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndonyo
Iri lan dengki sugie tonggo
Mulo atine peteng lan nisto
==
Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine
==
Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan segi ilmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane
==
Al-quran qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis biso di woco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo
==
Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badaan kabeh njeroan
Mu’zijat rasul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman
==
Kelawan allah kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Di tirakati diriyadhoi
Dzikir lan suluk jo nganti lali
==
Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar nerimo najan pas-pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran
==
Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojo dak siyo
Iku sunahe rosul kang mulyo
Nabi muhammad panutan kito
==
Kang anglakoni sekabehane
Kang bakal ngangkat drajate
Senajan asor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate
==
Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den jadang allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese

Artnya dalam Bahasa Indonesia demikian :

  • Aku memulai memujikan syair, dengan memuji kepada Tuhan, yang sudah memberi rahmat dan kenikmatan, siang malam tanpa perhitungan.
  • Wahai teman dan kawan pria wanita, jangan mengaji (mencari ilmu) hanya syariat saja, hanya pandai mendongeng, tulis dan baca, kelak akan sengsara.
  • Banyak yang hafal Quran dan Hadist, suka mengkafirkan orang lain, kafirnya sendiri tidak diperhatikan, (gara-gara) masih kotor hati dan akalnya.
  • Mudah terbujuk nafsu angkara, oleh keindahan gemerlapnya dunia, iri dan dengki akan kekayaan tetangga, maka hatinya gelap dan nista.
  • Mari saudara jangan lupakan, kewajiban ‘ngaji’ dengan segala syarat aturannya, untuk menebalkan iman dan tauhidnya, (supaya) bagus bekalnya mulia matinya.
  • Yang dimaksud bagus sholeh hatinya, karena ‘mapan’ segi ilmunya, laku thoriqot dan ma’rifanya, juga hakekat merasuk rasa (hatinya).
  • Alquran qodim wahyu yang mulya, tanpa tertulis (namun) bisa dibaca, itu ajaran guru ‘arif (waskitha), ditancapkan ke dalam dada.
  • Melekat di hati dan pikiran, merasuk di badan dan sekaligus ‘jerohan’ (dalaman / rohani), mu’jizat Rasul jadi pedoman, menjadi jalan merasuknya iman.
  • Dengan Allah Yang Maha Suci, harus ‘rangkulan’ (berpelukan, mendekat senantiasa) siang dan malam, ditirakati diriyadlhoi, zikir dan suluk jangan sampai lupa.
  • Hidupnya ‘ayem’ bahagia merasa aman, dunung-nya rasa (merasuk dalam alam rasa) tanda kalau beriman, sabar menerima walau hanya pas-pasan / sederhana, (meyakini) semua sudah diatur oleh Tuhan.
  • Dengan kawan, saudara dan tetangga, haruslah rukun jangan berlaku aniaya, itulah sunah Rasul yang mulia, Nabi Muhammad panutan kita.
  • Yang bisa melakukan semuanya itu, yang bakal mengangkat derajatnya, walau rendah segi lahiriahnya, namun tinggi derajat maqom (kedudukan rohaniyah).
  • Jika waktunya mati kelak, tidaklah tersasar ruh dan sukmanya, dijemput Allah surga tempatnya, utuh mayatnya juga kain kafannya.

Salam, Tiknan Tasmaun

3 Balasan ke TEMBANG “SYI’IRAN” GUS DUR : wejangan mulia

  1. azwar mengatakan:

    manusia yg meninggal kembali ke asalnya. yg asalnya dari Tuhan kembali kpd Nya. jadi apapun yang ada di manusia tersebut kalau sudah meninggal hrsnya kembali ke asalnya.
    jika tidak? ???…..(di antara sifat-sifat ALLAH yg sering terabaikan adalah : Mukholafatu lilhawadist (berbeda dengan makluk) .

  2. linawati mengatakan:

    Admin itu bukan syi’irannya gus dur tp gus nizom sidoarjo silahkan dicek ulang gus dur tdk pernah membuat syair….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: