FILOSOFI KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI : Menelusuri Jejak Tuhan Yang Maha Dekat


Memperhatikan alam semesta (makrokosmos) maka akan nampak ‘ayat-ayat’ (tanda) Kebesaran Tuhan, begitu juga memperhatikan diri sendiri (mikrokosmos) akan nampak juga ‘jejak-jejak’-Nya

Bila kita perhatikan alur nafas kita yang keluar masuk dengan sendirinya maka tentu kita ‘melihat’ bahwa di ujung nafas itu ada ‘Dia Yang Memegangnya’. Memperhatikan jantung kita yang berdetak sendiri tanpa kita bersusah-susah menggerakkannya, tentu kita juga menyadari bahwa jantung kita ‘dipegang-Nya’ untuk didetakkan terus menerus. Bila kita sadari bahwa otot ginjal kita terus bergerak untuk bekerja sesuai fungsinya, maka nampak sekali juga ada DIA yang menggerakkannya sehingga kita bisa hidup normal. Itu adalah jejak-jejak-Nya, ayat-ayat-Nya atau tanda-tanda-Nya yang sangat nyata dalam diri kita.

Begitu juga jika flash-back merenungkan saat kita dalam kandungan Ibu. Ada air ketuban (kakang kawah) yang berfungsi melindungi kit. Begitu juga plasenta (adi ari-ari) yang berfungsi mensuplai kebutuhan makanan dan oksigen kepada jasad kita. Bukankah itu juga jejak-jejak Tuhan yang sangat nyata dalam peristiwa kejadian manusia.


Dalam filosofi Jawa dikenal dengan istilah ‘sedulur papat limo pancer, sing lahir bareng sedino lan sing ora bareng sedino, KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI’ ( saudara yang empat, kelima tengah / pancer / senter, saudara yang lahir bersamaan sehari dan yang tidak bersamaan sehari, KANDA KAWAH /=ketuban, ADIK ARI-ARI = plasenta).
Siapa mereka dan apa hubungannya dengan kehidupan manusia ?

“Milik Allah-lah segala ‘tentara’ baik di langit maupun di bumi”, demikian makna salah satu ayat Quran.

Demikian juga dengan Kakang Kawah (air ketuban) dan Adi Ari-ari (plasenta) yang mengiringi kelahiran kita. Mereka adalah wujud nyata dari ‘tentara Tuhan’ yang berfungsi menjaga dan mensuplai kebutuhan dalam manusia sewaktu masih berupa janin dalam kandungan si ibu. Begitu besar peranan dua makhluk ini dalam kehidupan janin manusia. Para Leluhur Jawa percaya bahwa ‘spirit’ mereka tetap mengikuti si manusia setelah kelahirannya untuk tetap menjadi pendamping yang setia. Ruh mereka tetap menjadi ‘tentara-Nya’ yang mendampingi manusia dalam kehidupannya.

Bukankah dengan mengingat (angaweruhi) mereka sebenarnya juga menjadi sarana kita mengingat-Nya ? Karena dengan menyadari peran mereka yang adalah wujud nyata pemeliharaan Tuhan kepada manusia ketika dalam kandungan, kita bisa menyadari jejak-jejak ‘Tuhan’ dalam peristiwa kejadian kita (sewaktu manusia dalam kandungan).

Dengan ‘sadar penuh’ akan fungsi dan kehadiran mereka maka bisa menjadi tanjakan kita untuk sadar penuh terhadap ‘ADA-Nya TUHAN’. Bahwa Dia dekat. Sangat dekat. Bahwa dengan sunah-Nya, ketika kita dalam kandungan ibupun sudah dikawal, dilindungi, diberi makan oleh-Nya melalui ‘wakil-Nya’ atau ‘tentara-Nya berupa makhluk-makhluk yang menjadi saudara (sedulur) kita yaitu kakang kawah dan adi ari-ari.

Seperti halnya kita menghormati ayah bunda, guru, ulama dan pemerintah karena mereka adalah wakil-wakil Tuhan, alat-alat-Nya yang berperan dalam kehidupan kita. Begitu juga ‘kakang kawah adi ari-ari’ ini. Begitu berjasanya mereka karena menjadi ‘alat-Nya’ dalam kehidupan kita. Bukankah juga sudah selayaknya kita ‘berterimakasih’ kepada mereka dengan cara ‘angaweruhi’ (menyadari perannya, mengingatnya) yang pada hakekatnya adalah menuju bersyukur serta sadar penuh kepada Allah SWT Sang Pemilik diri ini. Wallahu a’lam

Salam, Tiknan Tasmaun

3 Balasan ke FILOSOFI KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI : Menelusuri Jejak Tuhan Yang Maha Dekat

  1. Andri aristanto mengatakan:

    ngih…..! kulo setuju kaleh njenengan.., sak lintune,dipun weruhi monggo dipun ramut(dimengerteni)utawi di jagi…! sebab..jabang bayi taksih alit..dipun jogo/ramut. kaliyan sedulur meniko(saking ridhoning gusti.) sak sampunipun ageng ..sejatosipun kito ingkang kedah njagi/ngramut sedulur meniko…! niku mutlak….sebab..kito mbenjang ..ngih..dipun suwuni pertanggung jawaban ..soal ..sedulur meniko..! dipun didik kanti leres nopo mboten..!

  2. kempor7 mengatakan:

    aq kok masih bingung yak om?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: