Peran Orang tua Supaya Remaja Terhindar Perilaku Seks Pra-nikah


Dari pengakuan para remaja yang mengalami ‘keterlanjuran’ alias seks pranikah, maka diketahui bahwa awalnya karena kebebasan yang terlalu diberikan oleh orang tua. Kebebasan kepada mereka dalam melakukan pergaulan antar remaja.

Termasuk dalam hal ini kebebasan dalam berpacaran dan berkencan. Apalagi saat-saat kegembiraan yang datang meluap. Misalnya ketika pengumuman kelulusan sekolah. Para remaja ini ‘over’ gembira mendapati bahwa mereka telah lulus SMA atau bahkan SMP. Kegembiraan ini kemudian diteruskan dengan acara rekreasi atau main bareng-bareng ke rumah kawan.

Nah, biasanya kalau sudah di rumah kawan, mereka ini tahu sama tahu. Masing-masing pasangan memberi kesempatan kepada kawannya untuk menyendiri. Dan…terjadilah seks pranikah tersebut.

Karena itu sebagai orang tua, maka kita wajib memantau kegiatan putra-putri kita. Bukan cerewet dan keras terhadap mereka. Beri mereka kebebasan secukupnya namun pada saat yang sama tekankan rasa tanggung jawab. Berikan pengertian yang sejelas-jelasnya kepada mereka.

Kepada remaja putri, berikan pemahaman bahwa menjaga kesucian itu adalah mutlkak bagi perempuan. Beri tahu bahwa dalam organ kewanitaan perempuan itu jika masih virgin terdapat ‘segel alami’ berupa hymen atau selaput dara. Sekali hymen ini koyak atau pecah maka segel tersebut sudah rusak. Berikan pemahaman bahwa efek psikologis kehilangan keperawanan sangat dahsyat. Penyesalan yang sangat besar nantinya yang akan didapat.

Kepada remaja laki-laki, beri pemahaman bahwa jangan sekali-sekali sengaja merusak kehormatan wanita. Karena semua manusia dilahirkan dari wanita. Ibu kita juga wanita. Saudara kita juga ada yang wanita. Tekankan bahwa jika merusak kehormatan wanita maka sama dengan melecehkan harkat dan martabat ibu kita sendiri.

Hal penting berikutnya adalah jaga anak gadis anda. Sedapat mungkin jika berteman atau berpacaran, suruh pihak laki-laki yang main (atau apel) ke rumah. Jangan biarkan anak perempuan Anda diam-diam menemui pacarnya di luar. Hal ini adalah untuk menjaga kedisiplinan sekaligus menjaga segala sesuatu yang tidak diinginkan.

Diantara itu semua maka ajaran moral dan agama menjadi amat penting kepada mereka. Bukan hanya petuah-petuah namun juga teladan yang sangat dibutuhkan mereka. Demikian artikel ini semoga bermanfaat.

Salam, Tiknan Tasmaun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: