Mithos Wahyu Keprabon, Menginspirasi Suksesi ?


Kemudian akhir-akhir ini bergema soal satrio piningit. Calon pemimpin yang diidam-idamkan. Jangan-jangan Anda juga terinspirasi oleh ‘mimpi menjadi’ satri piningit, kemudian Anda dengan segala cara mempersiapkan diri menjadi ‘Raja’ Indonesia berikutnya ?

Tersebutlah kisah pada suatu waktu, sedang Sutowijoyo bermeditasi maka Sang Paman Ki Juru Mertani melihat perpindahan sinar ‘ndaru’ yang diyakini sebagai ‘wahyu keprabon’ telah pindah dari Pajang dan menyelusup masuk dalam jiwa raga Sutowijoyo. Sutowijoyo atau Senopati adalah anak angkat Raja Pajang, Sultan Hadiwijoyo alias Joko Tingkir.

Maka dibisikkanlah kejadian tersebut beserta tafsirnya. Bermula dari hal itu telah menginspirasi Sutowijoyo untuk mempersiapkan diri sebagai Raja Tanah Jawa. Walaupun secara hukum ketatanegaraan yang berlaku waktu itu hal itu tak dimungkinkan namun karena keyakinannya bahwa ‘wahyu keprabon’ telah berpindah ke dalam dirinya maka dia yakin bahwa akan bisa menjadi raja di tanah Jawa ini.

Kisah kemudian berlanjut. Sampai dengan adanya kejadian peperangan antara dia melawan bapak angkatnya sendiri yang akhirnya dimenangkan olehnya. Namun sayang, penobatan dirinya sebagai Raja belum mendapat pengakuan resmi dari Jamaah Wali yang masih hidup, khususnya Kanjeng Sunan Giri Prabu Satmoto. Maka Senopati mencari upaya politis untuk mendapat legimitasi menjadi Raja Jawa. Bermula dari situ kemudian ada kisah, konon beliau telah direstui oleh Kanjeng Ratu Kidul sebagai penguasa gaib pantai selatan. Berbekal dari ‘restu’ Nyai Ratu inilah Senopati menobatkan diri sebagai Raja Mataram dengan gelar Panembahan Senopati.

Kisah ini sebenarnya hampir sama atau ada kemiripan dengan kisah suksesi yang dialami oleh Ken Arok. Alkisah dia mendengar pembicaraan Dewa Wisnu yang meramalkan bahwa ‘bocah angon’ yang bernama Ken Arok bakal menjadi Raja Besar di tanah Jawa. Dari ‘bocoran’ tersebut menginspirasi Ken Arok untuk berusaha agar mampu merebut tahta Tumapel. Berpuluh tahun dia menyiapkan dengan sekenario matang. Hingga pada saatnya dia mampu merebut kekuasaan Tumapel. Bahkan mampu mendirikan kerajaan sendiri yaitu Singasari.

Sepertinya gaya suksesi dengan model ‘wahyu keraton’ ini tetap bertahan di Nusantara ini, yang dewasa ini bernama Negara Indonesia. Lihatlah bagaimana Bung Karno menjadi ‘Raja’ Indonesia. Kemunculannya begitu fenomental sekali dalam sejarah.  Pengganti beliaupun demikian. Pak Harto, awal kemunculannya pun dianggap sebagai ‘wakil Tangan Tuhan’ untuk menyelamatkan bangsa ini.

Kemudian akhir-akhir ini bergema soal satrio piningit. Calon pemimpin yang diidam-idamkan. Jangan-jangan Anda juga terinspirasi oleh ‘mimpi menjadi’ satri piningit, kemudian Anda dengan segala cara mempersiapkan diri menjadi ‘Raja’ Indonesia berikutnya ? Atau sebenarnya cerita tentang wahyu keprabon dan satrio piningit itu rekayasa oleh sekelompok orang dari satu generasi sejarah ke generasi sejarah berikutnya yang tujuannya hanya dipakai mempersiapkan diri menjadi ‘Raja’ ? Bagaimana pendapat Anda ???

Salam, Tiknan Tasmaun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: