Apatisme Masyarakat, Salah Siapa ?


Menurut para pakar, setidaknya masyarakat hari ini bisa digolongkan menjadi empat golongan berdasarkan persepsi mereka terhadap pemerintah. Empat golongan tersebut adalah  anti pemerintah, pro pemerintah, para kritikus dan kelompok masyarakat yang apatis alias hopeless.

Bagi kelompok anti pemerintah maka apapun yang dilakukan pemerintah adalah salah belaka. Bagi mereka tidak ada satupun hal positif yang bisa dicapai pemerintah. Apapun yang dilakukan pemerinah maka akan selalu dikritik dan secara apriori dianggap salah.

Sebaliknya bagi kelompok pro pemerintah maka apapun yang dilakukan dan diucapkan pemerintah mutlak dianggap benar tanpi kritik sama sekali. Mereka ini secara mati-matian akan membela pemerintah. Merekalah yang mengkounter segala isu negatif yang menerpa pemerintah.

Sedangkan para kritikus yang terdidri dari para pakar, akademisi, mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat yang netral, mereka ini mengkritik pemerintah demi kebaikan bangsa dan negara ini. Dalam hal ini termasuk para tokoh lintas agama yang baru-baru ini melontarkan kritik pedas kepada pemerintah.

Kelompok terakhir adalah kelompok yang sudah apatis terhadap pemerintah. Mereka adalah akar rumput masyarakat ini. Dari percakapan di warung-warung kopi maka jumlah kelompok mini sudah sangat besar.

Bagi mereka ada atau tidak adanya pemerintah dianggap sama saja. Yang mereka rasakan sehari-hari adalah kenyataan bahwa mereka lapar, lapangan kerja semakin sulit, biaya pendidikan anak semakin mahal dan lain sebagainya.

Namun hal ini justru diperparah adanya carut marut penegakan hukum dan politik di negeri ini. Rakyat sehari-hari disuguhi tontonan ‘drama’ gayus, century, mafia hukum dll.

Menjadi masalah yang sangat serius adalah jika jumlah kelompok apatis ini meluas. Bahkan lebih berbahaya lagi jika apatisme ini sudah menular kepada kelompok mahasiswa dan kelompok kelas menegah. Maka jika hal ini terjadi maka  mereka akan menjadi ‘sekam kering’ yang sewaktu-waktu mudah terbakar oleh ‘pemantik’ yang justru sepele.

Jangan sampai keadaan ini semakin meluas tek terkendali. Kepada para penyelenggara negara ini baik di level ekskutif, legislatif maupun yudikatif tolonglah untuk meningkatkan kinerja sehingga hasil nyata bisa dirasakan masyarakat ‘grassroot’ ini. Sebab jika tidak maka tingkat apatisme masyarakat akan semakin meluas. Jika hal itu terjadi siapa yang patut dipersalahkan ???

Salam, Tiknan Tasmaun

Satu Balasan ke Apatisme Masyarakat, Salah Siapa ?

  1. nobody mengatakan:

    Kekuatan FreeMason Yahudi di balik masalah Gayus dll.?
    Semua orang saling berusaha untuk menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utama tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada orang yang bisa menangkap, mengadili, dan menghukum Gembong tersebut, selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: