PEMBELA ISLAM ?


Ada tulisan yang sangat menarik yang patut kita renungkan bersama karena bisa menjadi pembelajaran buat kita semua. Tulisan yang akan saya muat turn sepenuhnya ini adalah tulisan Saudara Husni El-jufri yang ditulis di kompasiana. Berikut cuplikan artikel tersebut :

**…Catatan Getir : TGKH. Abdul Aziz Sukarnawadi Lc

There was no tradition of religious persecution in the Islamic empire
Tidak ada tradisi persekusi dalam sejarah Islam. (Karen Armstrong)

Baginda Rasul tidak pernah mengutus Saidina Mua’dz bin Jabal ke Yaman sebagai seorang persekutor, akan tetapi sebagai penebar kedamaian dan kesejahteraan. Sebagai pengenal tentang toleransi Islam dan tentang Rasul yang hanya terutus untuk mengasihi alam. Apabila kemungkaran telah merajalela, maka Islam pun tidak akan pernah kehilangan hikmahnya, ia agama yang penuh kebijaksanaan, ia mampu merubah kekejian dengan hati, lidah maupun lisan. Islam anti ekstrimisme, Islam tidak brutal, Islam tidak anarkis, Islam tidak teroris dan Islam tidak mengenal mereka yang bertakbir dengan suara keras sementara hati buta terhadap kebesaran Tuhan !!

Awalnya, penulis prihatin melihat realita yang menyesakkan nafas dunia, namun seiring dengan lahirnya pendekar-pendekar kesiangan, penulis justru menggelengkan kepala seraya mempertanyakan latar belakang kependekaran tersebut. Mengapa bumi yang kering dan haus akan kesegaran air langit malah dihujani darah-darah menyeramkan?! Bumi Tuhan yang mengemis kasih sayang malah disedekahi peluru dan bebatuan !! Bukan hanya musuh Islam yang kerisihan, umat Islam pun merasa ketakutan, bahkan seluruh jagad raya tak lagi menikmati kenyamanan…………..

Perbedaan persepsi tentang trik-trik mengubah kemungkaran sebagaimana yang dituntun Islam adalah sebab utama terjadinya goncangan tersebut. Namun meski perbedaan pola pikir itu sudah menjadi keniscayaan, maka perbedaan agama, aqidah dan kepercayaan pun lebih niscaya dan lumrah, sehingga tidaklah patut menerapkan pemaksaan kehendak di tengah-tengah masyarakat yang sedang memerlukan naungan. Terjadinya pengendoran aqidah pun janganlah dibalas dengan kekerasan, sebaiknya aqidah itulah yang dikukuhkan kembali dengan upaya yang lebih fairdan sportif. Akan lebih indah jika penyesatan itu musnah dengan sendirinya daripada diakhiri secara paksa, sebab pengakhiran secara paksa itu disamping berani menentang sunnah Tuhan, ia akan menghembuskan angin-angin permusuhan yang lebih sangar dan brutal dimasa mendatang.

Sebagaimana Rasulullah Saw. yang enggan menghancurkan patung-patung sesembahan jahiliyah, konsentrasi beliau saat itu hanyalah menanamkan tauhid dalam keyakinan para sahabat, sehingga patung-patung itu walau masih berdiri tegak mengelilingi ka’bah namun telah membangkai dengan sendirinya (tak ada satupun menyembahnya). Rasulullah Saw. tidak perlu membunuh para “penjahat”, beliau yakin bahwa membunuh “kejahatan”lah yang lebih tepat. Kita tidak perlu membunuh atau mengubur hidup-hidup “orang-orang kafir”, lebih indah bila “kekufuran” itulah yang disiksa mati-matian. Itulah rahasianya mengapa hati menjadi alat terkuat untuk mengubah kemungkaran dan bukan yang terlemah sebagaimana penafsiran banyak orang !!………….**

Demikian cuplikan artikel tersebut semoga bisa menjadi bahan pemikiran kita semua. Saya yakin niat baik saudara-saudara yang merasa sebagai pejuang dan pembela Islam adalah mulia yaitu ingin menegakkan syari’at Islam di muka bumi ini. Juga tak lupa adalah dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar. Mungkin caranya saja yang kemudian ada yang menjadi kontroversial.

Bagaimana pendapat Anda ???????

Salam, Tiknan Tasmaun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: