Malu dan Kemaluan


“Nduk, mbok ya ngaji ke Pak De Ahmad sana”, kata Pak Saman kepada anak perempuannya yang sudah menginjak remaja. “Ogah ah Pak, malu, dah gede kok masih ikut-ikutan ngaji”, jawab anaknya.

Lain waktu si anak pamit kepada bapaknya mau ikut acara ulang tahun kawannya. “Pakai pakaian yang sopan Nduk, pakai kerudung juga”, kata Bapaknya. “Malulah Pak, ke pesta ni”, jawab si anak.

Suatu waktu si bapak masuk ke kamar anaknya. Dia menemukan album foto. Setengah mati si bapak terkejut melihat foto-foto anaknya. Apa tidaknya. Ada yang pakai bikini saja. Ada lagi mandi, telanjang pula. Ada yang lagi berepelukan dengan kawan laki-lakinya.

“Zaman edan”, pikir si bapak. “Disuruh ngaji, malu. Disuruh pakaian sopan malu. Eh….kelihatan kemaluannya malah gak malu. Bener–bener edan”, gerutu si bapak.

“Hi….hi….hi…..”, si anak menangis suatu hari. “Pak, maapin aku, aku hamil sekarang.”

“Itulah kibatnya jika kamu sudah nggak malu lagi dengan kemaluanmu.”Jawab bapaknya marah. “Biar aku cari lelaki yang menghamilimu, supaya ngawini kamu. Siapa lelaki itu ?”, tanya bapaknya.

“Nggak tau Pak. Nggak tau yang mana yang jadi bapaknya bayi ini”,jawab si anak.

“Haaaaa….?”

salam,sekedar cerita ringan namun patut direnungi.

DARTAR JUDUL ARTIKEL DI BLOG INI SEMUANYA…Klik DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: