EFEK AKTIVITAS SEKSUAL TERHADAP KESEHATAN

28/11/2010

Anda ingin tahu efek kegiatan bercinta alias bermadu mesra dengan istri tercinta terhadap kesehatan Ana ??? Yup, sangat signifikan sekali. Betapa tidak. Bahkan kesehatan laki-laki bisa dideteksi dari seberapa kuat dia ereksi.

Dalam aktivitas bercinta maka Anda mampu membakar kalori dalam tubuh sebanding dengan Anda berlari dua kilo meter. Hebat bukan ? Efek lainnya adalah menyehatkan jantung, membakar kolestrol dan memperlancar peredaran darah.

Sedangkan efek psikologisnya tentu saja memper erat hubungan suami istri. Meneguhkan mahligai rumah tangga. Kegiatan seksual juga mampu meredap stres yang menghinggapi seseorang. Menimbulkan efek ketenangan atau rileks dalam otak.

Sebaiknya berapa kali kegiatan seksual ini dilakukan dalam seminggu ???  Paling ideal adalah tiga kali dalam seminggu. Atau sekurang-kurangnya dua kali dalam seminggu. Bukankah ini cara murah dan nikmat menuju sehat ??? Bagaimana pendapat Anda ????

RAMUAN KEMBALI PERAWAN

RAMUAN KEMBALI PERAWAN

  • OBAT KUAT MINYAK TELOR
  • OBATKUAT MINYAK TELOR
  •  

     

     

     

     

     

     

     

    Salam, Tiknan Tasmaun


    Seksualitas Dalam Falsafah Punokawan

    22/04/2010

    Dalam dunia pewayangan Jawa ada yang dinamakan punokawan. Punokawan terdiri dari empat orang. Ki Semar Bodronoyo dan anak-anaknya. Mereka adalah Petruk Kantong Bolong, Gareng dan Bagong.

    Dalam pertunjukan wayang purwo alias wayang kulit maka keluarnya puno kawan disebut ‘wayahing goro – goro’. Maksudnya, puno kawan akan keluar setelah adanya ‘goro-goro’ yang disebut oleh ki dalang sebagai zamannya gonjang ganjing dan seterusnya. Sesudah hilangnya zaman goro-goro tersebut maka muncullah sang punokawan.

    Dari ‘ngelmu kirotoboso’ yaitu ilmu ‘otak-atik-matuk’-nya orang Jawa maka dari nama-nama punokawan tersebut bisa diartikan dalam berbagai macam. Salah satunya adalah merupakan falsafah seksologi yang dalam khasanah Jawa disebut ‘ajimak-saresmi’. Berikut pemaparannya.

    Petruk kalau ‘dikirotoboso’-kan berarti ‘ngempit….ruk’. Maksudnya perempuan menutupi atau menjunjung tinggi ‘mahkota kewanitaannya’. Tidak bakalan di berikan kepada sesiapa selain kepada suaminya. Apalagi kepada ‘bajing loncat’, tidak akan diberi. Wong barang ‘wadi’ (rahasia) namun ‘edi-peni’ kok( berharga ) ya di ‘kempit’, dijaga. Makanya dalam bahasa jawa istri dipanggil dengan sebutan ‘garwo’ bukan hanya bermakna ‘sigar tur dowo’ (terbelah dan memanjang) namun lebih berarti ‘sigaraning nyowo’ yang artinya bagian dari nyawa suami.

    Nah kalau sudah bersuami maka kemudian melakukan ‘ritual ajimak saresmi’ atau dalam bahasa kerennya itu ML, making love alias bersetubuh. Karena kenikmatan bersetubuh itu kemudian timbul ‘erangan’…reng…reng…jadilah disimbolkan tokoh “Gareng”.

    Ketika terjadi ritual… reng…reng…ajimak-saresmi atau ber-ml-ria itu terjadi namanya ‘ngobahake bokong’ jadilah nama “Bagong” – ngobahake bokong atau artinya menggoyang pinggul supaya timbul kenikmatan.

    Ketika suami istri sudah sampai pada puncaknya dalam mengarungi bahtera permainan cinta itu kemudian keduanya merasa puas atau ‘marem’ dan ‘mesem’ (tersenyum puas) dan timbullah perlambang “Semar”.

    Itu adalah sebagian dari penafsiran tokoh punokawan dipandang dari sudut ‘kirotoboso’ nama-namanya. Tentu masih ada lagi penguraian lain lagi dari segi perilaku watak masing-masing. Juga penafsiran berdasarkan ‘falsafah kejawan’ dalam pengertian-pengertian yang lain lagi.

    Salam,

    Home

    DAFTAR JUDUL ARTIKEL SEMUANYA DI BLOG INI ……Klik DISINI


    Seks Oral Bukan Hubungan Intim ?

    14/04/2010

    Bicara soal seksualitas, batasan untuk kegiatan bercinta bagi para remaja ternyata hanya berupa penetrasi penis ke vagina. Lain dari itu tidak dianggap sebagai bentuk hubungan seks.

    Hasil sebuah jajak pendapat terhadap 477 mahasiswa berusia 20-24 tahun di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mayoritas setuju, kegiatan bersenggama merupakan sebuah hubungan intim. Walau begitu, hanya satu dari lima mahasiswa (20 persen) yang berpendapat bahwa seks oral juga merupakan sebuah bentuk hubungan seks.

    Para pakar mengatakan, pandangan remaja mengenai seks oral ini adalah sebuah pergeseran pola pikir yang signifikan sejak 1991. Pada saat itu, survei menunjukkan bahwa hampir dua kali lipat atau sekitar 40 persen remaja menganggap kontak oral-genital sebagai bagian dari bentuk hubungan intim.

    Para ahli pun tidak terlalu kaget dengan pergeseran pemikiran ini. Fenomena ini diperkirakan adalah bagian dari pengaruh kasus mantan Presiden AS, Bill Clinton, dengan kekasihnya Monica Lewinsky. Pada suatu kesempatan, Clinton memang pernah berkilah bahwa apa yang dilakukannya dengan Lewinsky bukanlah hubungan intim.

    “Saya tidak pernah berhubungan seks dengan perempuan itu,” kata Clinton dalam pembelaan dirinya setelah Lewinsky mengaku pernah melakukan seks oral dengan Clinton saat bekerja di Gedung Putih.

    “Seperti Presiden Clinton, remaja dan orang dewasa muda sering membalikkan arti kata seks oral, tergantung pada citra apa yang mereka tampilkan, yakni berpengalaman atau kurang pengalaman,” kata Jason D Hans, dalam laporan penelitiannya berjudul Sex Redefined: The Reclassification of Oral-Genital Contact.

    Para ahli pun menilai, seks oral semakin menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir karena dianggap lebih aman dibanding perilaku seks lainnya. Padahal, kontak secara oral pada organ genital dapat menularkan penyakit menular seksual, seperti herpes, sifilis, gonorea, HPV, bahkan HIV.

    Para ahli juga meminta para guru dan pendidik untuk meningkatkan upaya pemahaman tentang seks oral kepada remaja dan menjelaskan bagaimana perilaku seks ini menjadi pemicu menyebarnya penyakit menular seksual (PMS). Penelitian ini dimuat dalam jurnal Perspectives on Sexual and Reproductive Health edisi Juni 2010. ( Di Copy-Paste dari KOMPAS.COM dengan Judul : Di Mata ABG,Seks Oral Bukan Hubungan Intim)

    Nah bagaimana dengan pandangan Anda ??????

    DAFTAR JUDUL SEMUA ARTIKEL DI BLOG INI……….Klik DISINI


    Islam Mewajibkan Suami Memuaskan Istri Ketika Senggama

    12/03/2010

    “Jika seorang di antara kamu bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia bersungguh-sungguh. Bila ia sedang (telah) menyelesaikan kebutuhannya itu (ejakulasi) padahal istrinya belum sampai pada klimaksnya (orgasme), maka janganlah ia tergesa-gesa untuk mengakhiri persetubuhan tersebut sebelum kebutuhan istrinya terhadap orgasme diselesaikan pula” (al hadis).

    Dalam Islam, hak istri untuk orgasme telah dipikirkan sejak 14 abad yang lalu.

    Dalam bersenggama, laki-laki hanya membutuhkan kira-kira 3 menit untuk ejakulasi dan itu dapat dicapai tanpa terlalu bersusah payah. Tetapi perempuan membutuhkan waktu yang lebih panjang, yakni kira-kira antara 10 sampai dengan 15 menit, dan itu harus dicapai dengan usaha yang sungguh-sungguh dan bersusah payah.
    Hal lain, laki-laki untuk mencapai ‘gairah sex’ adalah dapat dicapai dengan sangat mudah, cukup hanya dengan melihat ‘keindahan’ dari seorang perempuan, entah itu bagian perbagian dari tubuh perempuan atau secara keseluruhan dari tubuh perempuan atau bahkan hanya dengan menghayalkannya saja. Perempuan, agak sulit mendapatkan ‘gairah sex’ sehingga perempuan tidak langsung siap untuk melakukan suatu persenggamaan, perempuan lebih membutuhkan pemanasan/fore play yang cukup sebelum melakukan suatu persenggamaan.
    Kalau laki-laki tidak terlalu membutuhkan suasana yang bagus dan menunjang untuk melakukan suatu persenggamaan, perempuan sangat membutuhkan suasana yang bagus dan menunjang untuk melakukan suatu persenggamaan.
    Laki-laki dalam satu coitus hanya bisa satu kali ejakulasi, tetapi perempuan dalam suatu coitus sanggup orgasme hingga seratus kali bila perempuan tersebut menginginkannya
    Pemecahannya adalah: “Saling komunikasi dengan komunikasi yang bagus, terbuka dan seimbang dalam segala hal, termasuk dalam persenggamaan, inginnya bagaimana, sudah sampai dimana, dll”.

    Clitoris terletak jauh dari vagina, clitoris berguna terutama untuk foreplay yang mana clitoris merupakan salah satu titik yang paling sensitif dari tubuh perempuan untuk membangkitkan gairah sex dari seorang perempuan, selain itu masih ada lagi banyak titik-titik sensitif dari tubuh perempuan untuk membangkitkan gairah sex dari seorang perempuan.

    salah satu ciri dari seorang perempuan yang telah siap untuk melakukan coitus setelah melakukan cukup foreplay adalah: vaginanya dan daerah sekitar vaginanya menjadi basah oleh cairan vagina, yang mana cairan vagina akan menjadi pelumas antara vagina dan penis ketika melakukan kegiatan coitus. Dan cairan vagina tersebut biasanya hanya keluar bila seorang perempuan cukup terangsang gairah sexnya. Bila vagina dan daerah sekitar vagina belum basah oleh cairan vagina, apabila dipaksakan melakukan coitus, hanya akan menimbulkan rasa sakit yang sangat terhadap vagina perempuan tersebut, selain itu akan menimbulkan lecet-lecet pada penis dan vagina.

    Vagina seorang perempuan akan menjadi longgar bila telah melahirkan secara normal. Pandangan ini tidak sepenuhnya salah, karena tergantung perawatan. Lubang vagina pada dasarnya adalah sangat kecil dan sangat elastis sehingga dari lubang yang sedemikian kecil mampu melewatkan tubuh seorang bayi. Dan selain itu, waktu masa Idah selama 40 hari, apabila disertai perawatan degan benar sudah cukup untuk memulihkan kembali kondisi dari vagina seorang perempuan menjadi normal kembali.

    Pemikiran yang sangat keliru jika dengan alasan bahwa vagina istrinya tidak lagi nikmat karena telah longgar disebabkan oleh telah melahirkan secara normal, seorang laki-laki pergi ke psk, dan katanya vagina pelacur tersebut lebih nikmat dari vagina istrinya yang telah melahirkan tersebut, padahal tanpa diketahui oleh laki-laki tersebut, si psk sudah melahirkan hingga 3 (tiga) sampai 5 (lima) orang anak, sekalipun pelacur tersebut adalah ABG (Anak Baru Gede) alias pelacur belasan tahun, dan selain itu, vagina si psk telah dipakai oleh sekian ribu laki-laki. Itu karena pandai-padainya psk iu merawat vaginanya dan juga kepandaian dia dalam bermain cinta saja.

    Nah bagi Anda yang mengalami kelonggaran vagina atau bagi Anda yang masih berstatus gadis namun miss.V Anda sudah longgar atau selaput dara Anda sudah tidak utuh lagi karena berbagai sebab, temukan solusinya di perawanrapetwangi.blogspot.com

    DARTAR JUDUL ARTIKEL DI BLOG INI SEMUANYA…Klik DISINI


    Normalkah Wanita Orgasme Dengan Masturbasi ?

    08/03/2010

    Normal saja. Sama halnya dengan pria yang bisa mendapatkan orgasmenya dengan onani. Hanya saja, pada wanita bisa dibedakan, ada orgasme yang terjadi akibat rangsangan klitoris dan ada juga yang akibat rangsangan pada G-Spot.

    Sebagian besar perempuan bisa mencapai orgasme ketika klitorisnya mendapatkan rangsangan dan sangat mudah dilakukan ketika bermasturbasi. Jadi, tidak masalah wanita melakukan itu asalkan aman dan disetujui oleh suami. Namun, jika ingin mendapatkan orgasme ketika sedang berhubungan seks, lebih baik mencoba posisi yang lebih memusatkan rangsangan pada klitoris atau disebut coital alignment technique seperti posisi doggy style.

    Namun, sebenarnya, saat melakukan hubungan seksual wanita bisa mendapatkan orgasme dari rangsangan ke klitoris dan juga ke g-spot. Orgasme karena rangsangan ke klitoris disebut orgasme klitoral, sedangkan yang ke g-spot disebut orgasme vaginal. Kalau bisa keduanya dilakukan berbarengan akan lebih asyik lagi bagi wanita. Karena orgasmenya menjadi dobel alias ganda (berlipat kali). Untuk ini banyak teknik yang bisa dilakukan yang intinya bisa mengenai kedua tempat tersebut secara bersama. Caranya, ya dengan melatih keterampilan bersama.

    Posisi bercinta dengan gaya doggy style, bagaimana ?

    Ok-ok saja. Nggak berbahaya ? Ya nggak lah !. Sepanjang pasangan dalam kondisi sehat dan normal, tidak ada posisi bercinta yang berbahaya. Yang penting kita dan pasangan bisa menikmati permainan tersebut. Posisi doggy style ini juga mempunyai kelebihan untuk wanita yang letak rahimnya menekuk ke belakang (retrofleksi). Dengan posisi bercinta ini akan lebih memudahkan untuk terjadinya kehamilan. Sebab, sperma lebih mudah menemui sel telur.

    Normal nggak sih perempuan mencapai orgasne dalam waktu lama saat berhubungan intim dengan pasangan, tapi cepat saat masturbasi?

    Bisa saja karena wanita memang pada dasarnya butuh waktu yang lebih lama dibandingkan pria untuk bisa mencapai keadaan “panas.” Perlu dipahami, dengan masturbasi rangsangan biasanya langsung tertuju ke daerah alat kelamin dan tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan terjadinya orgasme.

    Sering kali wanita ingin mencoba melakukan variasi gaya dalam hubungan seksual, tetapi khawatir dengan pandangan pasangannya.
    Kenapa tidak berani mencoba? Ingat, salah satu kunci kelanggengan rumah tangga adalah kehidupan seks yang sehat dan rutin. Kalau dengan pasangan sendiri, seharusnya tidak ada hambatan lagi untuk melakukan variasi apa pun. Tentu saja yang sehat dan aman bagi keduanya. Suami juga senang lo kalau istrinya bisa melakukan gaya-gaya bercinta yang variatif dan di luar kebiasaan. Namun, sekali lagi, inti berhubungan intim adalah dua-duanya menikmati. Pada hemat saya, buat apa melakukan gaya yang aneh-aneh jika salah satu di antara kita tidak bisa menikmatinya? Padahal, gaya bercinta yang dilakukan tujuannya untuk kenikmatan bersama.


    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 810 pengikut lainnya.