SABDOPALON NOYOGENGGONG


Alkisah Sabdopalon Noyogenggong adalah pamomong satria Tanah Jawa. Dipercaya bahwa Dia adalah penjelamaan Ki lurah Semar Bodronoyo alias Sang Hyang Ismoyo Jati. Dialah yang menkentuti para gunung di Tanah Jawa sehingga terjadi kawah-kawah sebagai media gunung-gung berapi itu mengeluarkan uap panasnya sehingga tidak terjadi peletusan gunung. Terakhir kali sebelum ‘mukswa’ Dia menjadi pamomong Raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya ke-5.

Berkenaan dengan Sabdapalon Noyogenggong ini saya turunkan kembali tulisan saya yang saya muat di kompasiana. Dibawah ini tulisan tersebut :

Pada tulisan yang lalu saya sempat menulis tentang luarbiasanya ekonomi Indonesia yang pada intinya adalah jika Anda dipilih untuk menjadi pejabat publik entah itu pada posisi legislatif maupun eksekutif, just enjoy saja. Tugas Anda tinggal mematut-matut diri dan buat pencitraan yang baik. Biarkan ekonomi negara berjalan sesuai ’sunahnya’ sendiri, toh ekonomi rakyat tetap akan jalan. Ekonomi kerakyatan akan tetap jalan walau tanpa ditolong, tanpa dihiraukan, tanpa kredit insentif dan tanpa-tanpa yang lain. Asal tanpa direcoki pungutan siluman yang aneh – aneh bin ajaib.

Nah, pada kesempatan kali ini kita berbicara menganai ‘ayat-ayat alam’ atawa tanda-tanda alam yang terjadi belakangan ini. Apakah ini tanda akan datangnya jaman ‘goro-goro’ yang kemudian diikuti jaman kemakmuran atau jaman goro-goro yang berlanjut jaman kehancuran.

* Bencana alam silih berganti. Merapi memuntahkan lahar.

* Si Gayus menjadi manusia ’sakti mandraguna’ bisa menghilang dari balik terali besi sel super angker mako brimob. Berkelenceran ke Bali. Isunya menjumpai tokoh -nggak tau tokoh beneran apa tokoh badut.

* Presiden saking baiknya sampai selalu bilang tidak bisa mencampuri urusan hukum. Saking nggak mau mencampuri urusan hukum sampai soal manajemen pemerinthan bidang hukum yang menjadi wewenangnyapun nggak mau menyentuh.

* Anggota legislatif ’study etika’ ke luar negeri. Balik-balik dari sono, bertengkar dengan bossnya.

* Orang berduit salah melenggang, mbok minah cari makan masuk tahanan.

* Dan masih banyak lagi.

Konon ada legenda. Bahwa pengasuh Prabu Brawijaya Terakhir yang bernama Sabdopalon Noyogenggong sebelum ‘mukswa’ memberikan sumpahan. Bahwa jika Masyarakat Jawa ( baca Nusantara) sudah terlalu lupa diri, lupa akar kesejarahannya, lupa akar budayanya, maka Beliau akan datang untuk ‘membersihkan’ Tanah Jawa / Nusantara.

Sejatinya saya berharap akan datangnya sabdopalon-sabdopalon, noyogenggong-noyogenggong, ratu adil-ratu adil baru yang banyak jumlahnya. Bukan sabdopalon, noyogenggong maupun ratu adil legenda. Tapi rindu akan kehadiran mereka yang nyata. Anda – Andalah harapan kami ‘kawulo alit’. Anda – Andalah yang kami harapkan sebagai sabdopalon noyogenggong dan ratu adil itu. Anda yang menjadi pejabat publik. Anda Bapak Presiden. Anda para menteri. Anda para anggota legislatif yang terhormat. Anda para kompasioner. Anda para penulis.

Supaya tidak terjadi kebinasaan Indonesia. Supaya bisa mencegah ke-luarbiasaan Indonesia. Jadikan Indonesia negeri yang biasa. Biasa = normal. Normal = tertib hukum. Normal = ekonomi makmur. Normal = adil sejahtera. Normal = biasa, biasa = normal. Bagaimana pendapat Anda ????

Berikut adalah salah satu tanggapan dari rekan kompasioner yang sangat bagus yaitu dari Anto W:

Wah segar rasanya Mas Tiknan membaca tulisan anda. Maksud saya segar itu adalah karena secara tersirat saya masih melihat ada optimisme di diri anda.

Saya masih percaya pepatah “Vox Populi Vox Dei”, suara rakyat suara Tuhan. Ya seperti anda bilang, tanpa diurusin para Pejabat Negeri ini toh ekonomi rakyat tetap berjalan. Siapa yg menyelamatkan negeri ini sewaktu kolaps di tahun 1998? Ya ekonomi rakyat kecil (sektor informal), dan bukannya para Konglomerat yg malah ngacir keluar negeri membawa duit BLBI. Tentu rakyat kecil berjuang sendiri dengan bantuan Tuhannya.

Mas Tiknan, nampaknya Sabdopalon sesuai kodratnya sbg rakyat akan tetap muncul dari rakyat Indonesia, dan bukannya muncul dari golongan para Pejabat, baik pemerintahan maupun DPR. Kalau melihat situasi di level atas sudah pada gila semua, mungkin saja Tuhan akan menyiapkan mekanisme sendiri melalui rakyat. Yang saya lihat saat ini rakyat mengharapkan munculnya “Guru Bangsa” yg masih bersih dan jujur. Entah mekanismenya seperti apa, saya bisa merasakan bahwa para “Guru Bangsa” itu pada akhirnya mampu memimpin negeri ini dengan baik dan meminggirkan para nayakapraja yg sudah pada kotor. Kejadian-kejadian tragis dan bencana-bencana seperti Mas Tiknan ceritakan adalah tanda-tanda awal sebelum bumi Nusantara ini dibersihkan dari para pembuat kekotoran. Semoga.

Salam,Tiknan Tasmaun

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 810 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: