Perawan Diperkosa


Terus terang tulisan ini terinspirasi dari satu postingan di kompasiana. Karena inspiratif, lucu dan perlu untuk dishare maka saya ingin menulis artikel ini. Tentu saja dengan versi saya.

Ceritanya demikian. Ada gadis ABG pulang dari suatu kursus petang hari. Ketika melewati tempat yang sepi dia dihadang beberapa pemuda berandal. Ada sekitar empat pemuda. Para pemuda itu menyeret gadis tersebut ke semak-semak. Kebetulan hari mulai merangkak malam.

Gadis ini rupanya gadis baik-baik. Pakaiannyapun wajar, tidak norak. Tingkah lakunya pun sopan. Hanya lagi apes saja dia terjumpa gerombolan pemuda amburadul itu. Para pemuda itu habis minum-minum alkohol, terbukti dari aroma alkohol yang tercium dari mulutnya.

Singkat cerita si gadis ABG ini diperkosa rame-rame. Salome istilahnya. Satu lobang dipakai rame-rame. Setelah puas melampiaskan nafsu, para pemuda itu meninggalkan si gadis dalam keadaan lemah lunglai. Kemudian si gadis pulang ke rumah.

Sampai di rumah dia diam saja, tidak berani bercerita kepada bapaknya. Kepada ibunya pun tidak. Mungkin karena rasa malu kali. Hanya dia merenung sendiri menyesali nasibnya. Dia berfikir, apa yang salah dengan dirinya hingga mengalami nasib buruk demikian.

Dalam hati si gadis ini takut. Takut hamil. Namun setelah berjalan dua tiga minggu kekhawatiran itu hilang karena dia masih kedatangan ‘tamu bulananya’. Blong…pikirnya. Satu hal lagi yang menjadi ganjalan dalam pikirannya. Dia sudah tidak perawan lagi. “Namun bukan salahku,” pikirnya.

Dalam kegundahannya dia akhirnya curhat kepada sahabatnya yang dia anggap sebagai kakaknya. Sahabat ini memang telah berumahtangga. Sudah dewasalah, jadi patut jiika dicurhati.

“Mbak, dua bulan yang lalu aku diperkosa sama geng pemuda berandal. Empat orang lagi yang ‘ngegilir’. Gimana nih, aku sudah nggak gadis lagi”, keluhnya kepada sahabatnya.

“Apa…?”,terkejut beruk si sahabat bagai disambar petir. “Kamu nggak lapor polisi ?”

“Ah enggak, bikin malu aja,” jawab si gadis ini. “Jangankan ke polisi, ke Bapak sama Ibu juga nggak cerita.”

“Lantas kamu nggak berteriak minta tolong waktu diperkosa itu ?”, tanya si sahabatnya.

“Ya berteriaklah.”

“Gimana kamu berteriak ?”.

“Toloooong…tolooong, jangaaan, jangaaan, sakiiit,sakiiiit…”, nah gak ada yang menolong. Para pemuda itu tambah beringas. Satu pemuda, ganti yang kedua, ganti yang ketiga. Aku terus meronta minta tolong.

“Sampai ganti pemuda yang terakhir. Aku masih berteriak-teriak terus. Cuma teriakku nggak lagi ‘tolong-tolong’ lagi…”

“Habis gimana dong ?” tanya si sahabat.

“Terussssss….terusssss….enak….enak….lagi….lagi….ho’o…ho’o…..cepat…cepat..”, gitu.”
“Bahkan tau nggak mbak, sejak peristiwa itu, aku kalau malam-malam hari, atau kalau lagi sendiri sering merasa ‘ingin’ …ya akhirnya aku ‘main sendirilah’ ( ber-masturbasi maksudnya).

Haaaaaa??????? Si sahabat hanya bisa melongo. “Dasar cewek sableng!”, umpatnya dalam hati.

Salam, Tulisan ini adalah dalam katagori CERPENMOR : Cerita Pendek Humor atau humor fiksi.

About these ads

3 Balasan ke Perawan Diperkosa

  1. hendrik mengatakan:

    ah dasr cwek sadek …

  2. Chandra B. mengatakan:

    burakakak :lol: malah keenakan

  3. Brian Rakoseum mengatakan:

    Demikian pula ketika seorang wanita mengikat diri menjadi istri seorang pria maka dia sudah merelakan “kebebasan” nya sebagai seorang gadis kepada suaminya demikian pula sebaliknya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 810 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: